Senin, 19 Oktober 2020

KOLABORASI PANCAGATI


Pancagati menurut kebahasaan terdiri dari dua kata yaitu "panca" dan "gati". Panca adalah istilah yang menunjuk mankan lima dan gati berarti siap. Kali ini Senin 19 Oktober 2020 Kami lima  orang Sahabat Rumah Belajar Jawa Timur melaksanakan sosialiasi mengenai inovasi pembelajaran yang telah kami lakukan selama pandemi mengggunakan Portal Rumah Belajar. 

Kami berlima terdiri dari Bu Evin Andriani dari SMKN 8 Jember yang berperan sebagai host, Bu Galih Harsul Lisanti yang mengatur jalannya webinar sebagai moderator dari SDN 3 Mojosari Tulungagung serta tiga orang Panelis Ibu Noor Hayati , Ibu Faria Masrikanah dan tentu saja saya Anita April Yani.

Kegiatan Sosialisasi itu kami selenggaran dengan metode tatap maya melalui youtube menggunakan platform streamyard. Karena memiliki beberapa keunggulan diantaranya adalah flesibilbel untuk mengubah tampilah layout. Kita bisa mengatur siapa yang muncul di layar streaming, apakah smeuanya atau bergantian sesuai dengan materi atau topik yang sedang dipresentasikan. Panelis bisa di atur muncul di layar sevara keseluruhan atau dibiarkan di belakang layar. Saat Panelis tidak sedang berbicara, bisa di setting di belakang layar sehingga gambar dan suara tidak muncul di tampilan. Selain itu streammyard mudah digunakan.



Setelah Webinar ini di buka oleh Host, berikutnya Moderator memperkenalkan diri dan tentu saja mengenalkan para Panelis secara bergantian. 



Pemateri pertama adalah Bu Noor Hayati, Guru Biologi dari SMA 1 Boyolangu Tulungagung. Beliau mengenalkan tentang Portal Rumah Belajar, bagaimana cara mengakses dan menggunakannya. Fitur yang ada di dalamnya pun diulas secara detail, tidak hanya fitur utama saaja tapi juga fitur -fitur tambahan tidak terlewat satupun dari pemaparannya. Di sampaikan secara runtut, detail dan cukup gamblang oleh beliau. Setelah lebih 15 menit  beliau mengakhiri presentasinya dengan salam dan ucapan terimaksih.



Moderator mengambil alih, dan memberikan kesempatan Pemateri kedua untuk menyampaikan pengalaman Ibu Faria Masrikanah, Guru TK Muslimat NU 82 Nurul Fityan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Dari sharing yang beliau sampaikan ternyata Rumah Belajar sangat bermanfaat untuk pembelajaran di Pendidikan Usia Dini (PAUD) dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning Guru yang ramah dan banyak senyum tersebut menyampaikan langkah-langkah pembelajaran yang telah dilakukan serta fitur Rumah Belajar apa saya yang bisa dimanfaatkan tidak lupa juga produk dan hasil pembelajaran yang telah didokumentasikan disampaikan kepada audion dengan cukup menarik.

Setelah Moderator mengambil alih kembali kendali Webiner, selanjutnya tiba giliran saya untuk menyampaikan hasil implementasi dan inovasi saya dengan menggunakan Rumah Belajar. Saya menggunkan judul materi Kimia Asyik dengan Edugame. Sayangnya saat saya mulai presentasi saat itu pula saya mengalami trouble pada jaringan internet yang saya gunakan. Karena kami adalah Pancagati, maka Moderator dan Host yang selalu siap itu, siap membackup kami untuk mengambil alih smenetara saya menyelesaikan masalah dengan trouble signal yang saya alami. Kurang lebih 5 menit baru bisa saya selesaikan setelah saya berganti jaringan menggunakan teethering dari ponsel yang saya gunakan. 

Dengan perasaan bersalah  karena hampir mengacaukan acara saya sendiri, saya melanjutkan presentasi. Dalam forum itu saya menyampaikan bahwa untuk menyajikan pembelajaran Kimia yang menarik dan dapat memotivasi siswa maka  salah satu alternatifnya adalah menggunakan media pembelajaran yang kekinian dalam hal ini adalah Permainan Courier Go yang merupakan Produk Edugame dari Rumah Belajar Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sesi tanya jawab berlangsung melalui menti meter yang kemudian di bacakan oleh Moderator satu persatu dan tentu saja kami jawab bergantian sesuai dengan materi yang telah kami sampaikan tadi. Alhamdulillah meski pengunjung datang silih berganti akan tetapi secara keseluruhan yang mengikuti cara kami tidak mengecewakan. Untuk melihat daftar peserta yang mengikuti live streaming kami bisa diklik di sini,

Tepat pukul 11.25 Live youtube kami akhiri, yang kemudian kami lanjutkan dengan koordinasi di belakang layar. Melakukan inovasi itu tidak mudah, berbagi juga bukan tanpa kendala. Tapi kami yakin bahwa selama yang kami lakukan demi kebaikan maka akan selalu ada jalan.

Merdeka Belajar, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia

Rumah Belajar, Belajar di mana saja, Kapan Saja, Dengan Siapa saja.


#PembaTIK

#PEmbaTIK2020

#rumahbelajar

#merdekabelajar

#Level4

#berbagiinovasi






Sabtu, 17 Oktober 2020

SEKALI DAYUNG, DUA TIGA PULAU TERLAMPAUI

Sabtu, 17 Oktober 2020


Jarum di jam tangan berdetak menunjuk angka 12.30, saya baru saja melepas penat selepas perjalanan pulang dari sekolah tempat saya mengabdikan diri 8 tahun terakhir. SMAN 1 Plumpang, sudah mulai melaksanakan kegiatan tatap maya terbatas. Untuk itulah saya harus pandai mengatur waktu dan perhatian untuk anak didik di sekolah, anak didik yang sedang belajar di rumah dan tentu saja anak-anak biologis saya yang juga merasakan kegiatan belajar secara tatap maya.

Selepas sholat dhuhur, sekeder membuat whatsapp masangger untuk memeriksa pesan masuk yang belum terbaca selama 50 menit perlajalan saya tadi. Jemari saya berhenti pada Grup Wali murid SD Plus At-Taqwa, kemudian membuka informasi yang disampaikan Oleh Ustadzah Zulfa selaku Wali Kelas IV bahwa Sabtu tanggal 17 Oktober kami diminta hadir di sekolah untuk menerima laporan belajar putra-putri kami selama setengah  semester tahun ajaran 2020-2021. 

Dari undangan tersebut muncullah inisiatif saya untuk berbagi dengan Orangtua dari teman-teman sekelas anak saya, secara personal saya menyampaikan izin kepada Kepala SD Plus At-Taqwa sore itu melalui chat juga. Akhirnya tidak hanya untuk walimurid daja, justru top manajer sekolah berbasis pendidikan Agama Islam itupun menyambut dengan terbuka untuk sosialisasi dengan para pengajar di Sekolah itu. Rezeki yang luar biasa bagi saya.

Jumat, 16 Oktober 2020 saya datang ke kantor SD untuk berkordinasi lebih jauh terkait kegiatan yang kami rencanakan. 



Sekolah SD Plus At Taqwa telah menerima penghargaan juara II sebagai Sekolah Tangguh Corona setingkat SD di Kabupaten Lamongan. Selain itu berdasarakna informasi terkini mengenai perkembangan jumlah kasus Corona di Kecamatan Brondong yang sudah berubah menjadi zona hijau, maka kami bersiap menerima peserta didik untuk pembelajaran tatan muka terbatas. Di awlai dengan mengundang wali murid dalam pertemuan ini, tentu tetap dengan menerapkan protokol kesehata berupa kegitan cuci tangan, penyedian Hand Sanitizer dan wajib menggunakan masker.
Alhamdulillah sosialisasi pemanfaatan fitur Rumah belajar kepada sejumlah 30 walimurid kelas IV berjalan penuh antusiasme, banyak diantaranya yang lansung instal aplikasi di tempat dan berkonsultasi secara langsung.
Kepada Wali murid saya hanya menjelaskan tentang fitur-fitur rumah belajar dan bagaimana memanfaatkan untuk pendampingan belajar dengan putra-putrinya. Sangat disayangkan kalau kuota belajar yang diterimakan ke peserta didik menjadi kurang bermanfaat, meskipun selama pembelajaran jarak jauh Ustadz-Ustadzah sudah menggunakan Video Pembelajaran akan tetapi saya sampaikan bahwa menambah referensi jauh lebih baik, bahkan di sumber belajar tidak terbatas hanya konten dalam bentuk video saja tapi juga dalam bentuk permainan yaitu berupa konten Web. 
Salah satu Walimurid menanyakan solusi belajar dan saran menimbulkan minat putrinya yang kurang tertarik dengan tayanagan video, tentu saja kami punya sumber belajar audio dan suara edukasi yang sangat sesuai untuk anak dengan tipe belajar audio.
Berikut daftar hadir Walimurid yang mengikuti sosialisasi beserta dokumentasi kegiatan hari ini.





Setelah semua walimurid kelas IV menerima rapot dan informasi terkait perkembangan putra-putrinya. Tiba giliran Asatidzah bersiap bertukar informasi tentang pengalaman belajar selama pandemi. Meski kami mengajar di tingkatan sekolah berbeda akan tetapi bukan Rumah Belajar namanya kalau tidak bisa menjawab kebutuhan kegiatan belajar dari SD, SMP, SMA, SMK bahkan SLB.



Saya menyampaikan tentang Pemanfaatan Edugame untuk pembelajaran, dengan menampilkan fitur tersebut saya menunjukkan Game Pilah Paket Courier Go, game tersebut saya manfaatkan untuk pembelajaran Kimia materi Sistem Periodik Unsur. Sementara  untuk pembelajaran SD saya menawarkan beberapa game lain yang bisa diguanakan sesuai materi yang sedang diajarkan, diantaranya Petualangan Antariksa Vol 1 dan 2 untuk pembelajaran Matematika SD Kelas II.

Berikut adalah daftar hadir dan dokumentasi kegiatan sosialisasi dengan Ustadz - Ustadzah di SD Plus At-taqwa Brondong Lamongan pada hari Sabtu, 17 Oktober 2020










Merdeka Belajar, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia

Rumah Belajar, Belajar di mana saja, kapan saja, denga siapa saja

#pembaTIK
#pembaTIK
#Level4berbagi
#Rumahbelajar















Senin, 12 Oktober 2020

SEL VOLTA SAYUR DAN BUAH

 

Salah satu materi yang dipelajari di Kimia SMA adalah mengenai Elektrokimia, di mana peserta didik diharapkan dapat menganalisis proses yang terjadi dan melakukan perhitungan zat atau listrik yang terlibat pada suatu sel Volta serta penerapannya dalam kehidupan. Elektrokimia merupakan merupakan bagian dari Ilmu kimia yang mempelajari proses perubahan suatu reaksi kimia sehingga dapat menghasilkan energi listrik. Prinsip dasar dari Elektrokimia adalah reaksi reduksi oksidasi yang berlangsung secara spontan, sehingga menyebabkan terjadinya aliran electron dari zat berpotensial reduksi rendah ke zat yang memiliki potensial reduksi lebih tinggi.

Sel Elektrokimia pertama kali dikenalkan oleh Luigi Galvani yang kemudian dilanjutkan oleh Alesandro Volta, itulah sebabnya rangkain alat elektrokimia dikenal dengan sebutan sel Galvani atau Sel Volta.

Sel Volta terdiri dari :

1. Elektroda

Pada Sel Volta sedikitnya memiliki dua buah elektroda yang disebut dengan Katoda atau Kutub positif dan Anoda atau kutub negatif.

Pada Katoda terjadi reaksi reduksi, sementara reaksi oksidasi terjadi di anoda

2. Zat Elektrolit.

Zat Elektrolit adalah zat yang dapat terionisasi sehingga dapat menghasilkan ion yang bergerak bebas sehingga dapat menghantarkan arus listrik. Umumnya zat elektolit ini berupa larutan garam, asam atau basa.

3. Jembatan Garam

Salt Bridge atau jembatan garam adalah suatu larutan garam yang menghubungkan dua buah zat elektrolit. Fungsi dari larutan ini adalah untuk menjembatani atau menstabilkan aliran ion-ioda katoda dan anoda.

4. Rangkaian Konduktor

Rangkaian ini terdiri dari kawat atau kabel yang menghubungkan dua buah elektroda.


Rangkaian sel volta dengan jembatan garam (Sumber: Brown, Theodore L. et al. 2015. Chemistry: The Central Science (13th edition). New Jersey: Pearson Education, Inc.)

 

Pada gambar di atas, terlihat rangkaian sel volta dengan dua bagian. Masing-masing bagian kemudian disebut sebagai setengah sel. Pada bagian kiri, terdapat larutan ZnSO4. Reaksi yang terjadi adalah oksidasi dari logam Zn menjadi ion Zn2+, sedangkan pada bagian kanan, dalam larutan CuSO4 terjadi setengah reaksi reduksi di mana ion Cu2+ mengendap menjadi logam Cu.

Logam Zn menjadi kutub listrik negative pada sel volta di atas disebut sebagai anode.

Logam Cu tempat terjadinya reduksi ion Cu2+ disebut katoda. Reaksi oksidasi di anoda menuju reaksi reduksi di katoda, maka anoda adalah kutub negatif dan katoda adalah kutub positif.

 

Pada pembelajaran yang saya lakukan, peserta didik saya berikan tantangan untuk membuat Sel Volta dengan zat-zat yang ada di sekitar lingkungannya, dengan menggunakan Lembar Kegiatan (LK) Merancang Sel Volta.

Seperti yang kita tahu Indonesia merupakan negara agraris yang artinya sektor pertanian memiliki peranan penting di dalamnya. Salah satu produk sektor pertanian adalah buah dan sayuran. Untuk itulah peserta didik saya arahkan untuk membuat bio baterei atau baterei dari bahan organik.

Setelah waktu penugasan satu pekan beberapa peserta didik menyelesaikan tugas dengan sangat baik. Sebagian besar dari mereka berusaha memproduksi sel volta dengan bahan buah yang ada lingkungan  pekarangannya sendiri, diantaranya adalah tomat, lemon, jeruk maupun kentang. Bahkan ada siswa yang berhasil menciptakan baterei dari limbah sayur alias sayuran yang sudah membusuk.

Di bawah ini adalah beberapa produk yang telah mereka hasilkan.

 




Karya Lengkap siswa XII MIPA SMA N Plumpang dalam Merancang Sel Vota bisa di lihat di sini

#Elektrokimia

#SelVolta

Fitur Utama 2 : Laboratorium Maya

 Praktikum saat BDR ? Siapa Takut!!

 

Mengajar Kimia memiliki tantangan tersendiri saat harus melakukan pembelajaran jarak jauh atau yang familiar disingkat sebagai PJJ maupun BDR, Belajar Dari Rumah. Sejak Maret 2020 hampir semua sekolah melaksanakan sistem pembelajaran tanpa bertatap muka secara lansung dengan peserta didik. Tidak  mudah memang, tapi bukan berarti tidak bisa dilaksanakan. Terutama ketika saya, selaku pengampu mata pelajaran Kimia di SMA yang tidak bisa dilepaskan dengan kegiatan percobaan di laboratrium.

Berbagai upaya coba saya siasati agar peserta didik tidak kehilangan pengalaman mencoba dan mengeksplorasi lingkungannya. Diantaranya adalah menggunakan bahan dan alat sederhana yang bisa mereka jumpai sehari-hari. Akan tetapi tentu saja tidak semua materi percobaan bisa diantisipasi dengan cara itu. Alternatif lain yang pernah saya gunakan bersama peserta didik saya adalah dengan memanfaatkan Rumah Belajar. Tentu sudah tahu bukan ? bahwa di Portal Rumah Belajar terdapat sebuah fitur yang menyediakan percobaan virtual. Ya … Laboratrium Maya namanya.

Fitur tersebut dapat diakses di laman https://vlab.belajar.kemdikbud.go.id/ atau melalui Portal Rumah Belajar di https://belajar.kemdikbud.go.id/ .

https://belajar.kemdikbud.go.id/images/Website%20Banner%20Laboratorium%20Maya.jpg

Sesuai namanya Laboratorium Maya menyediakan link aplikasi percobaan berupa simulasi yamg dilengkapi dengan Lembar Kerja dan teori praktikum. Bukan hanya mata pelajaran Kimia saja lho,,, di Lab Maya terdapat berbagai simulasi percobaan Fisika, Biologi bahkan Matematika. Barut ahu lan kalau matematika juga bisa dicoba di Lab Maya ? . Simulasi percobaan yang tersedia di fitur ini terdiri dari tingkatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA)

 
tampilan beranda Labratorium Maya

 

Daftar Isi/ Menu di Laboraorium Maya

Beberapa pekan lalu saya mencoba menggunakan fitur ini bersama dengan peserta didik di sekolah saya. Materi yang saya pilih adalah Termokimia di Kelas XI semester 1. Pada Bab ini peserta didik mempelajari tentang apa itu Ilmu termokimia, bagaimana Hukum-hukum dasar termodinamika di terapkan dalam mempelajari reaksi kimia serta mengidentifikasi jenis reaksi termokimia dan menuliskan persamaanya.

Secara Umum reaksi termokimia terdiri dari dua jenis, yaitu reaksi Eksoterm yang melepaskan kalor dari sistem ke lingkungan  dan Reaksi Endoterm yan menerima kalor dari lingkungan.

Kegiatan pembelajaran saya awali dengan menyajikan video melalui youtube yang sudah saya tautkan ke dalam google Classroom yang kami gunakan selama pembelajaran dari rumah, sayangnya saya belum memanfaatkan Kelas Maya dari rumah belajar karena beberapa alasan.



Setelah peserta didik menyimak video di atas mereka saya beri penugasan untuk membuka Laboratrium Maya yaitu melakukan kegiatan simulasi percobaan Reaksi Eksoterm dan Reaksi Endoterm. Pada  kegiatan simulasi ini diharapkan peserta didik dapat membedakan perubahan suhu pada sistem atau zat yang direaksikan. Setelah mereka dapat mengamati penurunan suhu maupun kenaikan suhu pada berbagai reaksi akhirnya dapat menyimpulkan dengan tepat mana  reaksi yang termasuk Eksoterm dan mana yang termasuk Endoterm.

Di akhir kegiatan peserta dIdik mampu menuliskan persamaan reaksi termokimianya lengkap dengan perubahan entalpi yang dialami oleh reaksi tesebut.

Penasaran ? Yuk coba Fitur Laboratorium Maya di Portal Rumah Belajar.

 

Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia

Rumah Belajar, Belajar di mana saja, Kapan saja, Dengan siapa saja

#PembaTIK

#PembaTIK2020

#PembaTIKLevel4

#SRBJatim

#Kemdikbud

#RumahBelajar